Rabu, 30 Januari 2013

métodos de aprendizagem (metode pembelajaran)


Membicarakan masalah tentang metode guru mengajar yang diinginkan, banyak siswa yang kadang suka tertekan atau mengeluh mengikuti metode pembelajaran yang tidak disukainya. Siswa juga suka merasa bosan kalau metode mengajar yang diajarkan monoton atau itu-itu aja, apalagi kalau cara yang diajarkan bersifat jayus atau yang membuat kita tidak senang atau tidak nyaman.
Cara mengajar tiap guru memang berbeda-beda, misalnya ada guru yang cara mengajarnya sambil bermain dan cara belajarnya yang sesuai bakat dan keterampilan masing-masing lalu adapula yang cara mengajarnya serius sampe kadang-kadang suka bosan. Ada juga yang terlalu banyak aturan.
Menurut saya pribadi, saya lebih suka metode guru mengajar yang sebagai berikut :

¤    Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai satu sama lain supaya nyaman di dalam kelas.

¤    Guru jangan membuat siswa tertekan dengan apa yang diajarkan.

¤    Sebaiknya, jikalau guru sedang mempunyai masalah atau sedang tidak mood mengajar. Jangan melampiaskan atau meluapkan dengan marah-marah atau apapun supaya siswa di kelas tidak merasa takut.

¤    Sering sering membuat games tapi jangan terlalu sering karena kita juga akan merasa bosan.

¤    Seandainya sedang menyampaikan bab dalam suatu pelajaran, tunggu sampai siswa benar-benar memahami bab yang sedang dibahas, supaya pada saat ulangan bisa mengajarkan.

¤    Saling pengertian antara murid dan guru. Misalnya dalam suatu jam pelajaran kita boleh cerita-cerita atau konsultasi tentang hal apapun jika jam pelajaran sudah habis.

¤    Kadang-kadang mengadakan jam pelajaran berada di suatu tempat yang nyaman seperti tidak berada di dalam kelas saja.

¤    Jangan terlalu menekan siswa sesuai kemauan guru, melakukan kesepakatan itu lebih baik.

¤    Jangan memberikan tugas terlalu berat dan banyak.

¤    Sesekali mengadakan suatu hiburan dalam kelas. Misalnya setelah ulangan harian, jam pelajaran selanjutnya menonton film yang dapat memotivasi murid atau film yang lucu-lucu.
Mungkin itu saja pendapat saya tentang metode guru mengajar yang diinginkan. Dalam metode pembelajaran itu juga dan dalam memahami suatu pelajaran itu tergantung dari diri kita masing-masing.

Rabu, 23 Januari 2013

BuChan my Inspiration!


     Selain orangtua menurut saya guru juga termasuk orang spesial. Kalau ditanya “siapa guru favorit kamu?” pasti saya jawab Bu Chandra. Beliau adalah guru menari saya saat saya masih kelas 4 sd dan sewaktu masih mengikuti di sanggar tari. Disini saya akan menceritakan tentang saya bersama beliau.
     Sewaktu saya kelas 4 sd, saya didaftarkan oleh orangtua saya untuk mengikuti les tari di salah satu sanggar yang ada di daerah Tambun Selatan. Awalnya saya tidak tertarik dengan kegiatan seperti pengembangan bakat ini namun ketika itu Bu Chandra memberitahu saya bahwa menari itu dilakukan dari dasar hati niat dan berusaha. Dari perkataan Bu Chandra itu saya pun mulai tertarik dengan menari dan berlatih yang awalnya saya tidak bisa menari sama sekali menjadi lebih bisa menari.
     Setelah 6bulan saya mengikuti sanggar, saya mulai bisa beberapa tarian tradisional setelah itu Bu Chandra mendapatkan informasi bahwa ada lomba menari di daerah Jakarta. Lalu, Bu Chandra mengusulkan supaya saya dan teman-teman mengikuti lomba tersebut dan saya mendapatkan barisan paling depan pertama kalinya saya mendapatkan pengalaman itu. Saya bilang ke Bu Chandra saya tidak setuju karena saya kurang percaya diri, namun Bu Chandra menasihati saya supaya saya harus berani di hadapan orang banyak dan tidak gugup atau tidak percaya diri lagi.
    Selama saya mengikuti sanggar tari Alhamdulillah saya selalu dipercaya dan selalu dipilih oleh Bu Chandra dalam berbagai lomba karena saya cepat menghafal tarian dan badan saya bisa lentur mengikuti alunan tarian tradisional. Berkat saya berlatih sungguh-sungguh dan dorongan semangat dari beliau saya sering mendapat piagam dan piala dari berbagai lomba.
    Saya senang bisa kenal dengan bu Chandra karena beliau itu orangnya asik dan mau berbaur dengan anak muridnya meskipun umurnya beda jauh tetapi dia bisa mengerti dan bisa merasakan bagaimana jadi anak muridnya bila ada kesulitan.
     Setelah 2 tahun Bu Chandra bilang ke saya “coba kamu menari di panggung sendiri atau tidak mengisi di acara kecil pasti lebih seru kamu akan ketagihan!”. Saya penasaran dengan perkataan beliau “akan ketagihan” apa iya bisa seperti itu? Lalu di sekolah kebetulan ada pengambilan nilai kesenian, saya berfikir kenapa saya tidak mencoba untuk menari sendiri ya. Setelah saya mencobanya, saya senang, puas sekaligus bangga karena orang lain memperhatikan saya dan bisa menyalurkan bakat dengan kemampuan sendiri dan benar..saya pun ketagihan hehe. Misalnya pada waktu acara agustusan saya tampil menari sendiri di perumahan. Kemudian saya juga pernah mengisi acara di perpisahan di sekolah. Berkat beliau juga saya sering dipuji oleh teman-teman saya karena kata mereka saya jago menari tari tradisional dengan kelenturan badan saya yang sering di latih oleh beliau.
      Namun setelah saya tiga tahun saya berhenti mengikuti sanggar tari karena waktu itu saya mau fokus sama UN SD. Saya sedih karena tidak bisa bergabung dengan Bu Chandra lagi. Tetapi saya akan terus berlatih menari, saya juga akan lebih percaya diri lagi di hadapan orang banyak. Saya juga pasti ingat terus sama semua nasihatnya Bu Chandra yang bisa ngubah saya selama 3 tahun.
     Terima kasih Bu Chandra sudah sabar mengajarkan saya menari dari 0 dan mau menyalurkan ilmunya kepada saya. You the best deh! Semoga suatu saat saya bisa menjadi seperi ibu! Amin!