Jumat, 01 Februari 2013

Jika Aku Terlahir Kembali.....


Pasti semua orang punya harapan kan di dunia ini? Nah pertanyaannya harapan kita kalau kita terlahir kembali bagaimana. Apa yang ada di pikiran kita? Pasti banyak sekali daftar yang diinginkan, yang impiannya belum tercapai sampe sekarang.

Nah disini saya mau bercerita tentang bagaimana kalo saya terlahir kembali? Mungkin impian saya yang pertama dari awal itu saya ingin terlahir dengan mempunyai hidung mancung*haha-_-. Sebenarnya intinya bukan itu.

Pertama saya ingin benar-benar sepenuhnya membahagiakan orangtua saya dari awal dengan cara nilai pelajaran saya yang bagus. Memperbaiki semua nilai yang mungkin belum puas untuk saya, saya ingin lebih benar-benar rajin dalam hal ‘membaca’ saya yang lebih seringnya membaca novel ketimbang pelajaran.

Mungkin selanjutnya saya seharusnya dari dulu lebih nurut sama orangtua. Tidak melawan dan tidak sering menentang apa yang diimpikan sama orangtua saya. Saya juga mau mengubah yang dulunya belajar bahasa inggris asal-asalan dan tidak pernah serius, sekarang harus lebih serius dan tidak asal-asalan lagi kaya dulu karena saya baru sadar manfaatnya lebih besar buat masa depan saya.

Kembali pada diri saya sendiri yang sifatnya masih labil yang kadang-kadang masih kaya anak kecil dan kadang-kadang merasakan sudah besar. Saya juga ingin memperbaiki sifat saya yang kadang suka marah-marah gajelas atau kebiasaan saya yang masih suka berantem sama adik saya, jarang akur. Nah saya ingin lebih menjadi seorang kakak yang benar-benar menjaga adiknya, menyayangi adiknya dengan sepenuhnya. Dan memperbaiki sifat saya yang sedikit ketergantungan dengan orang lain dalam pendapat, dan belum yakin sama apa keinginan saya dan selalu berubah pikiran.

Jika aku terlahir kembali? Saya ingin tetap berada di kehidupan masa kecil saya yang benar-benar menyenangkan dengan situasi dan keadaan dahulu. Hidup bebas, canda tertawa riang, polos yang belum mengetahui persoalan yang berat dan segala-galanya.

Saya juga ingin lebih rajin dalam hal beribadah, selalu bolong dalam tahajud sekarang harus lebih rajin dan sering-sering lagi. Dan menjadi wanita muslimah yang bisa menutup aurat sepenuhnya dan tidak setengah-setengah.

Saya menjadi bingung dan mentok tidak tau mau nulis apalagi…..yang terpenting saya sudah bangga menjadi diri saya sendiri dan tidak mengikuti atau menjiplak gaya atau sifat orang lain tetapi saya melihat orang lain untuk memotivasi diri saya sendiri untuk menjadi yan lebih lebih lebih baik lagi dari yang sebelum-sebelumnya. Dan saya pun bangga mempunyai orangtua seperti mereka yang sabar mengahadapi saya. Serta bangga mempunyai adik yang lucu dan loyal terhadap saya. Bangga pula mempunyai teman-teman yang begitu peduli terhadap saya. Cukup sekian sampai sini. Terimakasih J.

Rabu, 30 Januari 2013

métodos de aprendizagem (metode pembelajaran)


Membicarakan masalah tentang metode guru mengajar yang diinginkan, banyak siswa yang kadang suka tertekan atau mengeluh mengikuti metode pembelajaran yang tidak disukainya. Siswa juga suka merasa bosan kalau metode mengajar yang diajarkan monoton atau itu-itu aja, apalagi kalau cara yang diajarkan bersifat jayus atau yang membuat kita tidak senang atau tidak nyaman.
Cara mengajar tiap guru memang berbeda-beda, misalnya ada guru yang cara mengajarnya sambil bermain dan cara belajarnya yang sesuai bakat dan keterampilan masing-masing lalu adapula yang cara mengajarnya serius sampe kadang-kadang suka bosan. Ada juga yang terlalu banyak aturan.
Menurut saya pribadi, saya lebih suka metode guru mengajar yang sebagai berikut :

¤    Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai satu sama lain supaya nyaman di dalam kelas.

¤    Guru jangan membuat siswa tertekan dengan apa yang diajarkan.

¤    Sebaiknya, jikalau guru sedang mempunyai masalah atau sedang tidak mood mengajar. Jangan melampiaskan atau meluapkan dengan marah-marah atau apapun supaya siswa di kelas tidak merasa takut.

¤    Sering sering membuat games tapi jangan terlalu sering karena kita juga akan merasa bosan.

¤    Seandainya sedang menyampaikan bab dalam suatu pelajaran, tunggu sampai siswa benar-benar memahami bab yang sedang dibahas, supaya pada saat ulangan bisa mengajarkan.

¤    Saling pengertian antara murid dan guru. Misalnya dalam suatu jam pelajaran kita boleh cerita-cerita atau konsultasi tentang hal apapun jika jam pelajaran sudah habis.

¤    Kadang-kadang mengadakan jam pelajaran berada di suatu tempat yang nyaman seperti tidak berada di dalam kelas saja.

¤    Jangan terlalu menekan siswa sesuai kemauan guru, melakukan kesepakatan itu lebih baik.

¤    Jangan memberikan tugas terlalu berat dan banyak.

¤    Sesekali mengadakan suatu hiburan dalam kelas. Misalnya setelah ulangan harian, jam pelajaran selanjutnya menonton film yang dapat memotivasi murid atau film yang lucu-lucu.
Mungkin itu saja pendapat saya tentang metode guru mengajar yang diinginkan. Dalam metode pembelajaran itu juga dan dalam memahami suatu pelajaran itu tergantung dari diri kita masing-masing.

Rabu, 23 Januari 2013

BuChan my Inspiration!


     Selain orangtua menurut saya guru juga termasuk orang spesial. Kalau ditanya “siapa guru favorit kamu?” pasti saya jawab Bu Chandra. Beliau adalah guru menari saya saat saya masih kelas 4 sd dan sewaktu masih mengikuti di sanggar tari. Disini saya akan menceritakan tentang saya bersama beliau.
     Sewaktu saya kelas 4 sd, saya didaftarkan oleh orangtua saya untuk mengikuti les tari di salah satu sanggar yang ada di daerah Tambun Selatan. Awalnya saya tidak tertarik dengan kegiatan seperti pengembangan bakat ini namun ketika itu Bu Chandra memberitahu saya bahwa menari itu dilakukan dari dasar hati niat dan berusaha. Dari perkataan Bu Chandra itu saya pun mulai tertarik dengan menari dan berlatih yang awalnya saya tidak bisa menari sama sekali menjadi lebih bisa menari.
     Setelah 6bulan saya mengikuti sanggar, saya mulai bisa beberapa tarian tradisional setelah itu Bu Chandra mendapatkan informasi bahwa ada lomba menari di daerah Jakarta. Lalu, Bu Chandra mengusulkan supaya saya dan teman-teman mengikuti lomba tersebut dan saya mendapatkan barisan paling depan pertama kalinya saya mendapatkan pengalaman itu. Saya bilang ke Bu Chandra saya tidak setuju karena saya kurang percaya diri, namun Bu Chandra menasihati saya supaya saya harus berani di hadapan orang banyak dan tidak gugup atau tidak percaya diri lagi.
    Selama saya mengikuti sanggar tari Alhamdulillah saya selalu dipercaya dan selalu dipilih oleh Bu Chandra dalam berbagai lomba karena saya cepat menghafal tarian dan badan saya bisa lentur mengikuti alunan tarian tradisional. Berkat saya berlatih sungguh-sungguh dan dorongan semangat dari beliau saya sering mendapat piagam dan piala dari berbagai lomba.
    Saya senang bisa kenal dengan bu Chandra karena beliau itu orangnya asik dan mau berbaur dengan anak muridnya meskipun umurnya beda jauh tetapi dia bisa mengerti dan bisa merasakan bagaimana jadi anak muridnya bila ada kesulitan.
     Setelah 2 tahun Bu Chandra bilang ke saya “coba kamu menari di panggung sendiri atau tidak mengisi di acara kecil pasti lebih seru kamu akan ketagihan!”. Saya penasaran dengan perkataan beliau “akan ketagihan” apa iya bisa seperti itu? Lalu di sekolah kebetulan ada pengambilan nilai kesenian, saya berfikir kenapa saya tidak mencoba untuk menari sendiri ya. Setelah saya mencobanya, saya senang, puas sekaligus bangga karena orang lain memperhatikan saya dan bisa menyalurkan bakat dengan kemampuan sendiri dan benar..saya pun ketagihan hehe. Misalnya pada waktu acara agustusan saya tampil menari sendiri di perumahan. Kemudian saya juga pernah mengisi acara di perpisahan di sekolah. Berkat beliau juga saya sering dipuji oleh teman-teman saya karena kata mereka saya jago menari tari tradisional dengan kelenturan badan saya yang sering di latih oleh beliau.
      Namun setelah saya tiga tahun saya berhenti mengikuti sanggar tari karena waktu itu saya mau fokus sama UN SD. Saya sedih karena tidak bisa bergabung dengan Bu Chandra lagi. Tetapi saya akan terus berlatih menari, saya juga akan lebih percaya diri lagi di hadapan orang banyak. Saya juga pasti ingat terus sama semua nasihatnya Bu Chandra yang bisa ngubah saya selama 3 tahun.
     Terima kasih Bu Chandra sudah sabar mengajarkan saya menari dari 0 dan mau menyalurkan ilmunya kepada saya. You the best deh! Semoga suatu saat saya bisa menjadi seperi ibu! Amin!

Jumat, 07 Desember 2012

Essay UH 4

pasar-apung


  1. Tuliskan ciri-ciri pasar persaingan sempurna dan pasanglah sebuah  gambar pasar persaingan sempurna!
  2. Tuliskan ciri-ciri pasar persaingan tidak sempurna dan pasanglah sebuah gambar pasar persaingan tidak sempurna!
  3. Tuliskan ciri-ciri pasar oligopoli dan pasanglah sebuah gambar pasar oligopoli
  4. Tuliskan ciri-ciri pasar tenaga kerja!
  5. Tuliskan ciri-ciri pasar faktor produksi !
Jawaban :
1. a. Terdapat banyak pembeli dan banyak penjual
    b. Barang yang diperjualbelikan sifatnya homogen
    c. Penjual bebas memasuki atau meninggalkan pasar
    d. Konsumen memiliki informasi tentang kondisi pasar
    e. Faktor produksi bebas bergerak
    f. Tidak ada campur tangan pemerintah


2. a. Ciri-Ciri Pasar Monopoli :
- hanya ada satu penjual
- tidak ada barang pengganti
- produsen/penjual sebagai penentuan harga (price marker)
- ada hambatan bagi produsen memasuki pasar
- tidak memerlukan biaya promosi
b. Ciri-Ciri Pasar Oligopoli :
- terdapat beberapa penjual
- barangnya homogen tetapi berbeda corak
- ada hambatan untuk memasuki pasar oligopoli
- untuk memeperbanyak penjualan diperlukan biaya promosi yang tinggi
c. Ciri-Ciri Pasar Monopolistik :
- terdapat banyak penjual
- barangnya bersifat diferensiasi
- penjual dapat mempengaruhi harga tetapi tidak mutlak
- penjual bebas memasuki pasar monopolistik
- diperlukan biaya promosi

Pasar Monopoli

Pasar Monopolistik

Pasar Oligopoli

4. Tenaga Kerja merupakan salah satu faktor produksi penting dalam perekonomian. Pasar tenaga kerja merupakan contoh pasar abstrak dalam perekonomian. Pasar ini merupakan sarana pertemuan antara kualifikasi yang dimiliki pencari kerja dengan pemberi kerja melalui mekanisme pasar.
Ciri-cirinya adalah :
1. ada tenaga kerja
2. ada pencari kerja (pemilik tenaga kerja)
5. Pasar faktor produksi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh produsen sebagai input untuk memproduksi barang siap pakai.
Ciri-cirinya adalah :
1. permintaan datang dari Rumah Tangga Produksi
2. Penawaran datang dari Rumah Tangga Konsumsi ke Rumah Tangga Produksi
3. Yang ditawarkan adalah faktor-faktor produksi

Rabu, 28 November 2012

UH 3 ekonomi : Permintaan dan Penawaran

Pertanyaan :

Pak Amir Samsudin adalah seorang pedagang mangga di Pasar Tambun. Mangga simanalagi pada hari ini dijual di pasaran seharga Rp. 6.000,00/kg. Kemarin, Pak Amir baru saja membeli mangga dari Ibu Tutik, tetangga samping rumahnya. Dengan  begitu, Pak Amir sebenarnya bisa menjual harga mangga sebesar Rp, 4.000,00 per kg.  Sementara itu, Bu Sinta yang baru saja gajian, membawa uang ke pasar sebesar Rp. 10.000,00. Asumsi Bu Sinta, harga mangga simanalagi Rp. 10.000,00. Karena harganya lebih murah, maka Bu Sinta membelinya 6.5 kg.
  1. Analisalah kasus di atas dan golongkanlah Pak Amir dan Bu Sinta termasuk ke dalam jenis penjual dan pembeli yang seperti apa ?
  2. Berapakah premi konsumen dan produsen yang dimiliki Pak Amir dan Bu Sinta?
  3. Tuliskan Hukum Permintaan dan Penawaran dan berikan contoh nyata dalam kehidupanmu sehari-hari!
  4. Tuliskan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran!
  5. Fungsi permintaan Qd = 210 – 3P dan fungsi penawaran Q = -40 + 2P. Buatkan kurva keseimbangan !
  6. Perhatikan tabel berikut :
Harga Jumlah
Rp. 2000 Rp. 4000 300 500
-Buatlah fungsi penawaran!
- Hitunglah koefisien elastisitasnya !

Jawaban :

1. Pak Amir adalah Penjual Supermarginal karena Pak Amir menjual buah mangga dibawah harga pasar.
    Bu Sinta adalah Pembeli Supermarginal karena taksiran Bu Sinta diatas harga pasar.

2. Menurut saya premi konsumen Bu Sinta sebesar Rp. 6000,- dari 10.000-4.000, karena Bu Sinta menafsir harganya akan 10.000 ketika harga di toko buah tsb 4.000 Bu Sinta merasa mendapat keuntungan 6.000.
kalau premi produsen sebesar 2.000 dari 6.000-4.000 karena harga pasar 6.000 dan Pak Amir mendapat harga 4.000 saat membeli mangga. Ia jadi bisa menjualnya dgn harga lebih murah. maka disitulah keuntungannya.

3. Hukum Permintaan adalah apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang diminta akan menurun. sebaliknya, apabila harga suatu barang dan jasa menurun, maka kuantitas yang diminta akan meningkat, ceteris paribus.
contoh : saya membeli 4kg buah apel di pasar, awalnya saya ingin membeli buah tsb 2kg tetapi di pasar sedang ada cuci gudang kemudian saya memutuskan membeli 4kg.

Hukum penawaran adalah apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang ditawarkan juga akan meningkat. sebaliknya, apabila harga suatu barang dan jasa menurun, maka kuantitas yang ditawarkan juga akan menurun, ceteris paribus.
contoh :  pada tingkat harga Rp 1.000,00 per kg, toko Buah Segar hanya bersedia menjual jeruk sebanyak 20 kg. sekarang, katakanlah harga naik menjadi Rp 2.000,00 per kg. Toko Buah Segar bersedia menambah penawarannya menjadi 30kg, begitu seterusnya.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penawaran :
- kemajuan teknologi
- biaya produksi
- persediaan sarana produksi
- peningkatan jumlah produsen
- peristiwa alam
- ekspektasi atau harapan produsen
- harga barang dan jasa lain

Faktor-faktor yang mempengaruhi Permintaan :
- harga barang komplementer dan barang substitusi
- jumlah pendapatan
- jumlah penduduk
- harapan atau ekspektasi masyarakat
- perubahan tradisi
- mode
- selera masyarakat

5.Qd= 210-3p
Qs=-40+2p
Qd=Qs
210-3p=-40+2p
-3p-2p=-40-210
-5p=-250
p=-250/-5
p=50

Qs=-40+2p
Qs=-40+2.50
Qs=-40+100
Qs=60 E (60,50)

Qd=210-3p, p=0
Qd=210 (210,0)
Q=0 --> Q=210-3p
               0=210-3p
               3p=210
                 p=210/3
                  p=70 (0,70)

p=0, Qs=-40+2p
         Qs=-40 (-40,0)
Q=0, 0=-40+2p
         -2p=-40
            p=-40/-2
            p=20 (0,-40)
Kurva :

6. Fungsi Penawaran : 
P-P1/P2-P1=Q-Q1/Q2-Q1
P-2.000/4.000-2.000=Q-300/500-300
P-2.000/2.000=Q-300/200
200(P-2000)=2.000(Q-300)
200P-400.000=2.000Q-600.000
200P=2.000Q-600.000+400.000
200P=2.000Q-200.000
P=2.000Q/200-200.000/200
P=10Q-1.000
--> 200P=2.000Q-200.000
-2.000Q=-200.000-200P
Q=-200.000/-2.000-200P/2.000
Q=100+1/10
Koefisien Elastisitas :
(Delta)Q/(Delta)PxP/Q
200/2.000X2.000/300
60.000/4.000.000
0,015 
(E<1 : Inelastis)

Jumat, 02 November 2012

Essay Ekonomi UH 2

Pertanyaan :
  1. Gambarkan tentang circular flow 2 sektor, 3 sektor, dan 4 sektor beserta penjelasannya!
  2. Adakah hubungan antara kegiatan ekonomi suatu negara dengan sistem ekonomi negara tersebut? Tuliskan penjelasannya!
  3. Dari circular flow yang kalian buat di nomor 1, tuliskan semua peran pelaku ekonomi yang ada di dalamnya!
  4. Tuliskan mengenai penjelasan The Law of Diminishing Return dengan menggunakan contoh !
  5. Tuliskan cara perluasan produksi yang bisa dilakukan oleh produsen dengan disertai contoh!
  6. Tuliskan perbedaan kegiatan produksi primer, sekunder dan tersier!
  7. Rangkumkan mengenai Teori Nilai Pasar dari Humme dan Locke!
  8. Rangkumkan mengenai teori nilai tenaga kerja dari David Ricardo!
  9. Rangkumkan mengenai teori nilai lebih dari Karl Marx!
  10. Tuliskan perbedaan Hukum Gossen I dan II!

Jawaban :

1.


Circular Flow 2 sektor.

Circular Flow 3 sektor.

Circular Flow 4 sektor.


 2. Ada, karena jika tidak ada hubungan antara kegiatan ekonomi dan sistem ekonomi tidak akan berjalan dengan baik.

3. 2 sektor 

- RTK memberi faktor produksi ke RTP
- RTK menerima barang dan jasa hasil produksi dari RTP
- RTP membalas jasa ke RTK
- RTP menghasilkan barang produksi untuk RTK
3 sektor

- RTK menerima faktor produksi ke RTP 
- RTK membeli hasil penjualan produk barang dan jasa untuk dikonsumsi
- RTK menerima balas jasa atas faktor produksi
- RTK menerima barang dan jasa hasil produksi
- RTK membayar pajak individu ke pemerintah
- RTK menerima subsidi dari pemerintah
- RTK menabung di lembaga keuangan

- RTP menerima faktor produksi dari RTK
- RTP memberi balas jasa atas produksi kepada RTK
- RTP memberi barang dan jasa hasil produksi
- RTP menjual barang dan jasa untuk di konsumsi RTK
- RTP menerima pengeluaran dari pemerintah
- RTP membayar pajak perusahaan ke pemerintah
- RTP menerima investasi dari penanam modal

- Pemerintah memberi subsidi kepada RTK
- Pemerintah menerima pajak individu dari RTK
- Pemerintah menerima pajak dari RTP
- Pemerintah memberi pengeluaran kepada RTP

4 sektor

- RTK melakukan penawaran faktor produksi ke pasar faktor produksi
- RTK menreima permintaan hasil produksi dari pasar barang
- RTK membayar pajak ke pemerintah
- RTK menerima subsidi dari pemerintah

- Pemerintah menerima pajak dari RTP
- Pemerintah menrima pajak dari RTK
- Pemerintah memberi subsidi kepada RTK
- Pemerintah memberi pengeluaran kepada RTP

- RTP melakukan penawaran hasil produksi ke pasar barang
- RTP menerima permintaan faktor produksi dari pasar faktor produksi
- RTP membayar pajak ke pemerintah

- RTK mengimport barang dan jasa ke luar negeri
- RTP mengekspor barang dan jasa ke luar negeri


4. The Law of Diminishing Returns adalah sebuah hukum dalam ekonomi yang menjelaskan tentang proporsi input yang tepat untuk mendapatkan output maksimal.

Teori ini menjelaskan bahwa ketika input yang kita miliki melebihi kapasitas produksi dari input, maka return (pendapatan) kita akan semakin menurun. Terdapat tiga tingkat dalam teori ini, yaitu fase increasing return (pendapatan yang meningkat), fase kedua dimana pendapatan tetap meningkat tapi pada intensitas yang lebih rendah dan fase ketiga adalah diminishing returns.

Fase pertama adalah fase increasing returns. Contoh logis adalah misalnya kita mempunyai sawah, dengan input petani. Satu sawah memiliki kapasitas petani sebanyak 10 orang. Maka, ketika kita menempatkan satu orang petani disana, kita akan mendapatkan output (beras). Begitu juga jika ditambah terus sampai misalnya angka 7. Ketika level petani sudah berada pada angka 7, output akan stabil dan terus menerus meningkat. Begitu juga jika sampai 8, 9 dan 10, pendapatan terus meningkat.

Namun, pendapatan ketika 7 petani disawah dengan 10 petani berbeda. Secara logika kita bisa melihat, misalnya saja para petani, ketika semakin banyak yang terlibat, akan secara psikologis bertambah malas. Atau mereka juga bisa bertambah susah dalam bekerja, karena sawah yang mereka garap semakin penuh. Tapi, pendapatan tetap meningkat. Oleh karena itu, posisi ketika petani sebanyak 8 sampai 10 bisa dikatakan fase 2 dari teori ini.

Fase 3 adalah fase diminishing. Bayangkan jika sawah yang oleh 10 orang saja sudah sempit, ditambah lagi dengan 1,2, bahkan tiga orang lagi. Maka sawah akan semakin penuh. Disinilah timbul pendapatan yang menurun. Petani yang ada disana tidak produktif. Bahkan, pemilik sawah juga harus membayar lebih dari 10 petani, yang mana sawah itu sendiri hanya bisa menghasilkan output yang dilakukan oleh 10 petani.

Otomatis, pemilik sawah harus membayar lebih untuk itu, sehingga pendapatan mereka akan semakin menurun. Sawah juga akan semakin sesak jika diisi oleh lebih dari 10 orang, bisa jadi mereka justru mencangkul kaki dari petani yang lain, karena lahan nya sudah habis.

Demikianlah mengapa pendapatan bisa justru menurun jika angka buruh pada suatu pabrik terlalu banyak. Pabrik bisa rugi dan tidak bisa membayar para buruh, sehingga sampailah pada keputusan untuk melakukan PHK.

5. Perluasan produksi bisa dilaksanakan dengan :
      Intensifikasi adalah meningkatkan produktivitas faktor produksi yang ada. Contoh : perbaikan slauran irigasi, pembibitan yang baik.
      Ekstensifikasi adalah meningkatkan produktivitas faktor produksinya. Contoh : membuka lahan pertanian baru.

6. Kegiatan Produksi Primer adalah kegiatan / proses menghasilkan bahan – bahan baku atau bahan mentah dengan cara mengambilnya langsung dari alam. Contoh : tambang timah yang ada di Bangka dan Belitung, tambang tembaga yang ada di tembagapura, tambang emas dan batubara yang ada di kalimantan dan masih banyak lagi pertambangan yang lain.
Kegiatan Produksi Sekunder adalah kegiatan yang dilakukan untuk memproses bahan mentah / bahan baku menjadi bahan setengah jadi. Misalnya biji besi diolah menjadi profil – profil besi atau menjadi lembaran – lembaran baja. Benang diolah menjadi kain.
Kegiatan Produksi Tersier adalah pendukung atau penunjang produksi primer dan sekunder dalam aktivitasnya. Misalnya perusahaan transportasi mengangkut barang – barang yang dihasilkan produksi sekunder untuk disalurkan ke cabang – .cabang di seluruh wilayah indonesia bahkan untuk diekspor.

7.  Teori Nilai Pasar (Humme dan Locke), Nilai suatu barang sangat tergantung pada permintaan dan penawaran barang di pasar.

8. Toeri NilI Tenaga Kerja (David Ricardo), Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut.

9. Teori Nilai Kerja Rata-Rata atau Teori Nilai Lebih (Karl Marx), Tenaga kerja mempunyai nilai tukar dan nilai pakai bagi pengusaha. Pengusaha harus membayar nilai tukarnya untuk mendapatkan nilai pakainya.

10. Hukum Gossen I :
Jika pemuasan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus maka mula-mula kenikmatannya tinggi makin lama makin turun sampai terdapat tingkat kejenuhan.
      Hukum Gossen II :
Manusia memenuhi kebutuhannya yang beraneka ragam itu dengan tingkat intensitas yang sama.